OPTIMALISASI POTENSI EKOWISATA CUKUNYINYI MANGROVE MELALUI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR TRACKING BERKELANJUTAN DAN PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT
Abstract
Ekowisata mangrove Cukunyinyi yang berlokasi di Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Lampung memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang mampu memberikan manfaat ekologis, edukatif, dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Potensi ini belum termanfaatkan secara optimal karena masih terdapat kendala seperti keterbatasan infrastruktur, akses transportasi yang kurang memadai, serta promosi yang belum maksimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi ekowisata mangrove Cukunyinyi melalui pembangunan jalur tracking ramah lingkungan untuk meningkatkan aksesibilitas dan nilai edukasi wisata, melakukan rehabilitasi mangrove untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan sebagai pelindung pantai, serta meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat (POKDARWIS) dalam pengelolaan ekowisata berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan masyarakat dan kelompok POKDARWIS secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dengan mengintegrasikan konsep green-gray infrastructure menggunakan material lokal ramah lingkungan, pelatihan pengelolaan ekowisata berbasis partisipatif, serta melakukan penanaman mangrove. Hasil program menunjukkan peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan ekowisata, tersedianya jalur tracking berkelanjutan yang fungsional, dan meningkatnya ekosistem mangrove yang ada sebagai pelindung pantai. Secara keseluruhan, pendekatan partisipatif yang memadukan teknologi modern dan kearifan lokal terbukti mampu mewujudkan pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kesadaran konservasi lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi aspek sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sidodadi.
Downloads
References
Alongi, D. M. (2020). The dynamics of mangrove forests. Annual Review of Marine Science, 13, 1–28. https://doi.org/10.1146/annurev-marine-010419-010614
Astari, I. (2015). Pengaruh waktu belajar dan minat belajar terhadap hasil belajar matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 3(2), 115–125. https://doi.org/10.30998/formatif.v3i2.118
Bryan-Brown, D. N., Connolly, R. M., Richards, D. R., Adame, M. F., Friess, D. A., & Brown, C. J. (2020). Global trends in mangrove forest fragmentation. Scientific Reports, 10(1), 7117. https://doi.org/10.1038/s41598-020-63889-z
Fauzi, A., Sari, L. A., & Nugroho, B. (2022). The role of mangrove greenbelt in reducing heavy metal pollution in coastal areas of Demak, Indonesia. Jurnal Kelautan Tropis, 25(2), 145–154.
Firmansyah, H. (2022). Strategi pengembangan potensi pariwisata bahari di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Jurnal Pariwisata Pesona, 7(1), 34–45.
Handayani, W., & Purnomo, H. (2023). Tantangan dan strategi penguatan kelompok sadar wisata (POKDARWIS) dalam pengelolaan ekowisata di Indonesia. Jurnal Pengembangan Masyarakat, 4(2), 88–99.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Peta Mangrove Nasional 2022. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari.
Khairunnisa, D., Suhendang, E., & Rusdiana, O. (2020). The distribution and area of mangrove ecosystem in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 449(1), 012039. https://doi.org/10.1088/1755-1315/449/1/012039
Nugraha, A., & Setianto, A. (2022). Analisis sebaran populasi di wilayah pesisir Indonesia dan implikasinya terhadap tekanan lingkungan. Jurnal Geografi Nusantara, 5(1), 56–68.
Pesik, M. U., dkk. (2021). Pengembangan atraksi ekowisata mangrove berbasis masyarakat di kawasan pesisir Desa Tateli Dua, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata, 4(1).
Prasetiya, F. S., Bintoro, A., & Prihanto, Y. (2021). Model pengembangan ekowisata mangrove berbasis partisipasi masyarakat di pesisir utara Jawa. Bonorowo Wetlands, 11(2), 78–89.
Putra, I. G. N. A., & Adnyana, I. M. D. M. (2022). The impact of training and empowerment on the performance of community-based tourism management. International Journal of Community Service, 2(3), 210–219.
Richards, D. R., & Friess, D. A. (2021). Rates and drivers of mangrove deforestation in Southeast Asia, 2000–2016. Proceedings of the National Academy of Sciences, 113(2), 344–349. https://doi.org/10.1073/pnas.1510272113
Setyawan, A. D., & Rohman, F. (2023). Sustainable mangrove ecotourism: A framework for balancing conservation and economic benefits in Southeast Asia. Tourism and Hospitality Management, 29(1), 115–130.
Susanto, H., Pamungkas, A., & Wulandari, S. Y. (2022). Valuasi ekonomi ekosistem mangrove dan kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat pesisir. Jurnal Ekonomi Lingkungan, 10(1), 45–58.
Sutrisno, S., Zuliyawati, N., & Setyawati, R. D. (2020). Efektivitas model pembelajaran problem-based learning dan think pair share berbantuan Geogebra terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 4(1), 1–9.
Wibowo, T., & Patria, M. P. (2023). Peran ekologis hutan mangrove sebagai pelindung pantai dan penyerap karbon di pesisir utara Jawa. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia, 8(2), 71–82.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








