PENGEMBANGAN PRODUKSI PENGHARUM KOPI SEBAGAI INOVASI PEMBERDAYAAN UMKM
Abstract
Provinsi Lampung merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia oleh sebab itu, potensi pemberdayaan produk olahan biji kopi Lampung memiliki prospek yang sangat luas. Proses pengolahan biji kopi tidak hannya dapat dikonsumsi secara langsung sebagai minuman tetapi dapat dimanfaatkan pula sebagai bahan baku produk pengharum alami. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan di UMKM Anjosia Coffee melalui pengembangan produk pengharum kopi menggunakan teknologi destilasi sederhana. Hasil dari proses destilasi bubuk kopi berupa cairan hydrosol kopi yang diformulasikan menjadi beberapa varian pengharum seperti aroma soft black kopi, aroma bold black kopi, aroma cappuccino, dan aroma kopi murni hasil destilasi. Dari uji preferensi terhadap 19 responden, aroma kopi murni hasil destilasi (campuran keempat) menjadi aroma paling disukai dengan jumlah pemilih terbanyak sebanyak 11 orang atau sekitar 57,89 %. Secara umum kegiatan PkM ini diharapkan dapat menghasilkan produk unggulan yakni pengharum kopi yang dapat disukai oleh berbagai kalangan sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagi mitra dimasa yang akan datang.
Downloads
References
E. Barnawi et al., “AROMATERAPI KOPI DI PEKON CAMPANG TIGA,” vol. 2, no. 1, pp. 11–15, 2022.
J. Lim, R. Andiko, dan S. Esfandiany, “Pengharum Ruangan dari Limbah Bubuk Kopi,” vol. 8, no. 2, pp. 349–356, 2023.
M. S. Hamdi, “Pengharum Mobil Ramah Lingkungan,” Inovasi Biji Kopi Dongkrak UMKM Lokal,” vol. 13, no. 1, pp. 1–6, 2025.
Muhamad Nur Mustakim, Maya Sari, Muhammad Nur Kholis, “Pemanfaatan Minyak Biji Kopi (Fine Robusta Toyomerto) sebagai Bahan Baku Pembuatan Parfum Eau De Toilette,” vol. 03, no. 01, pp. 20–28, 2019.
N. S. Haryani and K. Budiraharjo, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kopi Bubuk di UMKM Kopi Kapal Lampung,” vol. 20, no. 1, pp. 65–78, 2022.
R. Meilina, “Formulasi Gel Pengharum Ruangan Menggunakan Karagenan Dan Xanthan Gum Dengan Minyak Kopi Sebagai Pewangi Dan Minyak Nilam Sebagai Fiksatif,” J. Healthc. Technol. Med., vol. 6, no. 2, pp. 2615–109, 2020
W. Broto, S. Fatimah, F. Arifan, M. Yusuf, “Pembuatan Parfum Anti Bakteri dari Biji Kopi dengan Metode Konvensional,” vol. 2, no. 2, pp. 7–10, 2021.
Zahara dkk., “Persepsi dan Keputusan Adopsi Inovasi Teknologi Berbasis Kearifan Lokal Pada Budidaya Kopi di Lampung,” vol. 14, no. 2, pp. 5–8, 2024.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








