PENGENALAN DAN PELATIHAN DASAR INTERNET OF THINGS BAGI SISWA/I SMK SWADHIPA 2 NATAR SEBAGAI BEKAL DI ERA DIGITAL

  • Tiya Muthia
    Universitas Lampung
  • Nurrahma Nurrahma
  • Muhammad Ifan Saputra
  • Muhammad Fikri
  • Yudi Eka Putra
DOI: https://doi.org/10.23960/jss.v8i3.579
Abstract Views (Last 12 Months)
210 Abstract Views
219 Downloads

Abstract

Era digital saat ini menuntut keahlian dalam teknologi Internet of Things (IoT) untuk berbagai sektor, termasuk pendidikan. Teknologi IoT memungkinkan berbagai perangkat terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan internet, memberikan solusi yang lebih efisien dan otomatis. Dalam konteks pendidikan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), penting bagi siswa untuk memiliki pemahaman dasar IoT sebagai bekal menghadapi tantangan industri 4.0. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan pelatihan dasar IoT bagi siswa SMK Swadhipa 2 Natar. Pelatihan difokuskan pada penggunaan perangkat Arduino Uno untuk merancang saklar otomatis sebagai aplikasi sederhana IoT. Metode pelatihan meliputi pengenalan konsep dasar IoT, penjelasan teknis Arduino Uno, dan praktik langsung dalam merakit serta memprogram saklar otomatis. Pelaksanaan pelatihan melibatkan sesi teori dan praktik., Siswa menunjukkan ketertarikan yang tinggi untuk mengembangkan aplikasi IoT lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar keterampilan yang berharga bagi siswa dalam menghadapi era digital. Dengan demikian, pengenalan dan pelatihan dasar IoT ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa SMK Swadhipa 2 Natar untuk bersaing di dunia kerja berbasis teknologi.

 

Kata kunci: Internet of Things, Arduino Uno, pelatihan, SMK, saklar otomatis

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2024-11-29
How to Cite
Muthia, T., Nurrahma, N., Saputra, M. I., Fikri, M., & Putra, Y. E. (2024). PENGENALAN DAN PELATIHAN DASAR INTERNET OF THINGS BAGI SISWA/I SMK SWADHIPA 2 NATAR SEBAGAI BEKAL DI ERA DIGITAL. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 8(3), 179–182. https://doi.org/10.23960/jss.v8i3.579