PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PEREBUS-PENGERING IKAN ASIN UNTUK PEMBERDAYAAN UKB PENGOLAHAN IKAN DESA MAJA: UNJUK KERJA MESIN UNTUK MENGERINGKAN IKAN TERI

  • Suryadiwansa Harun
    JurusanTeknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Sri Ratna Sulistiyanti
    Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Herlinawati Herlinawati
    Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
DOI: https://doi.org/10.23960/jss.v7i3.486
Keywords pemberdayaan; mesin terintegrasi perebus-pengering; ikan teri; mutu
Abstract Views (Last 12 Months)
257 Abstract Views
364 Downloads

Abstract

Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Congkel Jaya Desa Maja, Kalianda Lampung Selatan telah dilakukan melalui penerapan karya dosen berupa teknologi tepat guna mesin terintegrasi perebus (sistem multi-layer)-pengering (sistem hybrid). Tujuannya untuk mengatasi permasalahan mitra dalam  proses pengolahan ikan asin, yaitu proses perebusan ikan yang tidak efisien dan ekonomis, serta proses pengeringan ikan yang tidak higenis dan lama. Dengan penerapan teknologi ini, mitra dapat menghasilkan produk ikan asin dan olahan ikan lainnya yang  higienis dan berkualitas, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mitra.

Tulisan ini membahas tentang pengujian unjuk kerja mesin terintegrasi itu untuk mengeringkan ikan teri asin. Pengujian ini menggunakan tiga sumber panas, yaitu sinar matahari, sinar matahari berbantuan pemanas bola lampu, serta berbantuan pemanas keramik infrared. Ikan teri asin hasil pengeringan juga  diuji mutunya dengan metode Proksimat lengkap (uji laboratorium). Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengeringan ikan teri dengan sumber panas sinar matahari berbantuan pemanas keramik infrared menghasilkan waktu tercepat untuk mencapai nilai kadar air yang sesuai standar SNI (≤40%) dan kebiasaan mitra, yaitu sekitar 2 jam. Waktu pengeringan itu jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan waktu pengeringan ikan teri dengan proses pengeringan tradisional, yaitu sekitar 4 jam. Dari pengujian laboratorium, ikan teri asin hasil pengeringan dapat diketahui mutunya, yaitu nilai kadar air sebesar 29,93% (memenuhi mutu standar SNI, ≤40%), (2) nilai kadar lemak adalah 51,31%, (3) nilai kadar protein adalah adalah 14,46%, (4) nilai kadar abu atau mineral adalah 3,19%, dan (5) nilai kadar karbohidrat adalah 0,39%. Bagaimanapun, pengujian lebih lanjut menyangkut keamanan pangan (food security) perlu dilakukan, seperti pengujian bahan berbahaya (formalin/boraks) dan toksisitas.

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini juga dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja Universitas Lampung, khususnya Indikator Kinerja Utama (IKU), melalui penerapan karya dosen di masyarakat dan pengalaman pembelajaran di luar kampus bagi mahasiswa.

Downloads

Download data is not yet available.
Cover
Published
2023-11-20
How to Cite
Harun, S., Sulistiyanti, S. R., & Herlinawati, H. (2023). PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PEREBUS-PENGERING IKAN ASIN UNTUK PEMBERDAYAAN UKB PENGOLAHAN IKAN DESA MAJA: UNJUK KERJA MESIN UNTUK MENGERINGKAN IKAN TERI. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan, 7(3), 163–168. https://doi.org/10.23960/jss.v7i3.486